Zakat Titian Ilahi

zakat

Buku Zakat Titian Ilahi yang merupakan kumpulan tulisan ini menghadirkan pemahaman yang luas dan mendalam tentang zakat sebagai fondasi spiritual, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan umat Islam. Zakat tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai jalan lurus dalam membangun kehidupan yang seimbang antara kesejahteraan material dan keluhuran moral. Zakat berperan menuntun manusia menuju kesadaran akan kepemilikan hakiki bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, dan bahwa harta yang dititipkan kepada seseorang mengandung tanggung jawab sosial. Hubungan antara manusia dengan Tuhannya, serta hubungan antar sesama, diperteguh melalui kesediaan berbagi dan memberi.

Di dalam praktik keseharian, zakat menjadi sarana pembentukan karakter beragama yang lebih utuh. Ia melatih keikhlasan, membersihkan hati dari rasa kikir, dan memupuk kedekatan spiritual melalui kepekaan sosial. Melaksanakan zakat berarti menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur—menghormati martabat orang lain, memperhatikan yang lemah, dan menghilangkan jarak sosial yang sering memisahkan manusia. Pada tingkat individu, zakat membersihkan jiwa dari penyakit batin seperti angkuh, iri, dengki, dan serakah. Pada tingkat sosial, zakat memperkuat tali persaudaraan, mengokohkan nilai kebersamaan, dan menciptakan harmoni kehidupan. Zakat, dengan demikian, bukan semata ritual, tetapi proses pendidikan jiwa yang berkelanjutan.

Zakat juga memiliki fungsi ekonomi yang nyata dalam mengentaskan kemiskinan. Dengan sistem pendistribusian yang tepat, zakat mampu mengurangi kesenjangan sosial dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi kelompok yang membutuhkan. Harta yang dikelola secara profesional dapat menjadi modal usaha, sumber penguatan ekonomi keluarga, hingga instrumen pemberdayaan komunitas. Zakat bukan hanya memberikan bantuan sementara, tetapi membantu mustahiq bergerak menuju kemandirian hingga pada akhirnya dapat menjadi muzakki. Selain itu, zakat menghadirkan keberkahan dalam aliran ekonomi karena harta yang dikeluarkan dengan niat yang tulus akan kembali dalam bentuk kelapangan rezeki, ketenangan batin, dan tumbuhnya kesejahteraan yang berkelanjutan. Zakat mendorong terciptanya tatanan sosial yang adil, inklusif, dan manusiawi, sehingga menjadi bagian dari visi masyarakat sejahtera yang diridai Tuhan.

Lebih jauh, kumpulan tulisan ini juga memperlihatkan dimensi eskatologis zakat. Penunaian zakat adalah investasi jangka panjang untuk kehidupan akhirat. Harta yang dibagikan dengan keikhlasan tidak akan hilang, tetapi menjadi amal yang mendampingi pemiliknya di hadapan Allah. Zakat menjadi kunci yang membuka pintu ampunan dan rahmat, menjadi bekal pada hari ketika manusia tidak lagi diselamatkan oleh harta dan kedudukan. Pada saat yang sama, pengalaman para penerima zakat menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga sentuhan spiritual yang membangkitkan harga diri, semangat, dan kesadaran untuk memperbaiki kehidupan. Dengan demikian, zakat adalah panggilan untuk kembali kepada nilai-nilai dasar kemanusiaan: empati, solidaritas, dan cinta kasih. Karya-karya dalam buku ini menggugah kesadaran bahwa zakat adalah jalan transformasi—mengubah jiwa, memperbaiki masyarakat, dan menata masa depan dengan cahaya keberkahan.

Penulis: Muhammad Ishaq Samad, Salim Basalamah, Mansyur Ramly, H. Hambali Thalib, Nasrudin Andi Mappaware, Rachmat Faisal Syamsu, Akhmad Bazith, Ruslan, Muhammad Khidri Alwi, Andi Bunyamin, Masrurah Mokhtar

Penyunting: Prof. Dr. H. Lauddin Marsuni, S.H., M.H.; Dr. Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd.

Dimensi: 15 x 23 cm
Ketebalan: xiv + 191 halaman
Penerbit: UMI Press
Tahun Terbit: 2025
ISBN: (dalam proses)

Harga: Rp120.000